Blog

images (2)

Cat akrilik adalah pilihan yang tepat untuk menghasilkan lukisan yang hidup dengan harga yang lebih murah. Melukis dengan cat akrilik adalah kegiatan yang memuaskan dan cara yang sangat baik untuk menghasilkan lukisan untuk rumah Anda ataupun teman-teman.

Siapkan Perlengkapan

– Siapkan cat akrilik.

Ada banyak merek cat akrilik dalam berbagai bentuk. Ketika membeli cat akrilik lebih baik memilih merek yang sedikit mahal. Cat akrilik yang murah kurang pekat, sehingga Anda perlu mengecat dua sampai tiga lapisan untuk mendapatkan warna yang diingikan seperti yang dihasilkan cat  mahal dalam satu kali lapis saja.

Untuk memulainya, belilah warna-warna dasar: putih titanium, hitam mars, biru ultramarine, merah-alizarin crimson, dan kuning jingga. Kebanyakan warna cat yang Anda perlukan bisa dihasilkan dari kombinasi beberapa warna dasar tersebut. Untuk pemula belilah cat dalam bentuk tube karena bisa dibeli dalam jumlah sedikit. Untuk kwalitas, tidak ada perbedaan antara cat dalam tube atau toples.

– Siapkan beberapa kuas.

Banyak jenis daripemilihan kuas. Berdasarkan bentuk ujungnya kuas dibagi tiga macam rata, bulat dan bulat rata. Dan umumnya material dibagi dua yaitu bulu sintetis dan bulu babi hutan. Kebanyakan pelukis pemula memilih kuas bulu sintesis dengan beberapa jenis bentuk ujung kuas. Belilah langsung ke toko peralatan alat seni agar bisa rasakan langsung jenis kuas sehingga Anda bisa memilih kuas mana yang sesuai. Kuas sintesis lebih halus dan lebih mudah dibersihkan dibanding kuas bulu asli.

Kalau belum berniat untuk melukis dalam waktu lama, disarankan jangan mengeluarkan terlalu banyak uang untuk membeli kuas. Memiliki kuas yang berkualitas baik memang bermanfaat, namun yang lebih penting memiliki cat dengan kualitas yang baik.

– Siapkan palet.

Untuk mencampur cat, dan menyimpan cat di antara jeda waktu melukis andah memerlukan wadah. Jika ingin berhemat, penggantinya bisa berupa piring plastik atau kertas bisa digunakan sebagai pengganti palet. Apapun itu asal bentuknya lebar, datar, dan bersih bisa digunakan sebagai palet. Karena cat akrilik dapat mengering dengan cepat, disarankan membeli palet stay-wet yaitu palet yang menjaga kelembapan cat agar lebih lama basah. Palet ini merupakan kombinasi spons basah dan kertas stay-wet yang membuat cat basah lebih lama bahkan bisa digunakan selama beberapa minggu dalam sekali pemakaian.

Bungkus dengan plastik atau sejenisnya untuk menjaga cat di palet yang sedang tidak digunakan. Gunakan mangkuk kecil apabila mencampur cukup banyak cat di antara sesi melukis. Wadah tertutup akan menjaga cat akrilik lebih baik dibandingkan palet berlapis plastik.

– Siapkan media lukis.

Ada beberapa macam media yang ada, tapi yang paling umum digunakan dalam melukis dengan cat aklirik adalah papan kanvas, kertas gambar atau katu karena sifat cat akrilik yang  tebal dan berat. Disarankan jangan mengunakan media yang licin, berminyak, atau terlalu berpori. Untuk pemula gunakan kertas gambar dan nantinya pindahkan ke kanvas atau kayu setelah sudah mahir.

– Siapkan juga perlengkapan tambahan.

Perlengkapan tambahan tersebut biasanya sudah ada di rumah. Beberapa mangkuk untuk wadah air, pisau palet, lap , botol semprot , dan sabun untuk membersihkan kuas. Semua ini ada di toko peralatan seni, tetapi alat -alat tersebut tidak khusus untuk melukis. Sifat cat akrilik terkenal cepat mengering, jadi semprotlah lukisan/palet sesekali untuk menjaga agar cat tetap lembap. Gunakan celemek atau kenakan baju jelek saat melukis untuk menghindari noda cat akrilik mengotori baju. Gunakan kertas koran bekas di atas meja agar tidak banyak noda cat yang berceceran.

Memulai Melukis

– Pilih lokasi yang enak. 

Melukis lebih bagus dilakukan di bawah cahaya alami. Susun tempat melukis pada ruangan yang mendapat banyak cahaya matahari. Dengan cahaya alami bisa menemukan nuansa-nuansa kecil pada goresan kuas dan warna-warna yang tidak akan ditemukan apabila menggunakan cahaya buatan.

– Tentukan subjek lukisan. 

Pikirkan tentang subjek atau model yang untuk dijadikan lukisan . Gunakan foto sebagai objek lebih memudahkan dibandingkan melukis sesuatu dalam imajinasi. Subjek melukis yang mudah bagi pemula biasanya buah-buahan, bunga dan matahari terbenam atau terbit

– Buatlah sketsa kasar 

Bagi pemula gunakan garis untuk menjadi panduan bagi kuasnya dalam melukis. Gunakan pensil untuk menggambar sketsa bentuk-bentuk utama langsung di atas kanvas, hiraukan tentang detail atau bayangan yang terlalu banyak. Gambar sketsa di kertas sebelum membuatnya di kanvas, dan pastikan kepercayaan diri dengan sketsa subjek yang akan dibuat.

– Mencampur cat

Gunakan waktu dan melukislah secara efisien dengan mencampur cat untuk mendapatkan semua warna yang diperlukan sebelum memulai melukis. Lebih baik untuk bertindak aman daripada menyesal mencampur terlalu banyak cat dari yang diperlukan. Simpanlah cat lebih untuk lukisan berikutnya, namun hampir tidak mungkin mencampur dan menghasilkan warna yang sama persis dua kali. Gunakan lingkaran warna sebagai referensi dalam mencampur cat. Warna dasar dapat dibuat dengan mencampur warna primer (merah, biru, dan kuning), dan warna lebih spesifik dapat dibuat dengan mencampur warna primer dengan warna sekunder. Jika tidak bisa membuat warna yang diinginkan bisa membelinya ditoko perlengkapan seni.

Membuat Lukisan

– Tentukan sumber cahaya

Warna dapat berubah sesuai cahaya yang menyinarinya, jadi sebelum melukis subjek, tentukan lokasi sumber cahaya . Gunakan warna yang terang untuk subjek yang dekat sumber cahaya dan warna yang lebih gelap semakin menjauh dari sumber cahaya. Ini adalah teknik dasar, namun menentukan sumber cahaya sebelum mulai melukis akan menjaga susunan warna lukisan sesuai rencana.

– Perhatikan komposisi subjek.

Walaupun hanya melukis satu objek, pasti ada permukaan atau latar belakangnya. Perhatikan subjeknya dan tentukan mana yang paling dekat dengan dan mana yang paling jauh (Perspektif). Perhatikan aspek tumpang tindih, perubahan warna, dan tekstur. yang akan ditungakan dalam lukisan, jadi pastikan sudah mempertimbangkan semuanya sebelum memulai melukis.

– Mulailah melukis latar belakang.

Dalam melukis, buat lapisan terus ke depan; karenanya, melukis dari belakang adalah metode yang paling mudah. Cara yang paling mudah adalah dengan memulai dari warna medium, diikuti warna tergelap, kemudian warna paling terang.

– Tambahkan detail latar belakang.

Selesaikan melukis warna-warna dasar, tambahkan warna detail latar belakang. Jika warnanya solid, tambahkan bayangan dan titik cahaya. Bila latar belakangnya berpola atau penuh detail, tambahkan tekstur dan gerakan dengan sapuan kuas untuk melengkapi lapisan tersebut.

– Lukis objeknya.

Ketika melukis subjek, bagilah ke dalam bentuk-bentuk yang jelas kemudian cat menggunakan warna solid. Kerjakan bagian-bagian objek yang kecil satu demi satu, agar proses melukis tidak terasa terlalu sulit. Pelukis pemula biasa menggunakan sistem grid dalam melukis subjeknya. Bagi kanvas ke dalam beberapa bagian lalu mengunakan grid imajiner, dan lukis satu demi satu grig hingga selesai semua gridnya. Lukis warna medium dulu, kemudian warna lebih gelap, baru kemudian warna yang lebih terang. Akan Sulit untuk menutup warna gelap dengan yang terang, jadi dengan urutan tersebut membuat akan lapisan jauh lebih mudah.

– Tambahkan detail menggunakan teknik melukis yang berbeda.

Ketika telah selesai dengan warna dan bentuk dasar, tambahkan detail dengan beberapa teknik melukis yang berbeda. Fokus dengan menambah tekstur dan gerakan melalui goresan kuas dan warna yang berbeda-beda. Gambar titik-titik cat dengan memegang kuas secara vertikal dan tekan pada media. Cara ini akan berhasil dengan kuas kering dan sedikit cat, dan akan memberi penampakan banyak lingkaran kecil. Gunakan pisau palet untuk membuat sapuan warna yang lebar dan menghasilkan lukisan yang tampak kasar. Oleskan pisau dengan cat yang tebal, dan gerakkan di atas kanvas untuk menciptakan lapisan cat yang bertekstur. Ciptakan sapuan warna dengan menipiskan cat dengan air. Cara ini menghasilkan efek serupa dengan cat air, di mana cat perlahan menjadi terang di kanvas. Teknik ini untuk menghasilkan efek gradasi.

– Selesaikan lukisan.

Perhatikan permukaan subjek, tambahkan detail penyelesaian yang perlu untuk menyempurnakan lukisan. Seringkali ini berupa sapuan terang dan gelap terakhir, garis luar yang ingin dimasukkan, dan penyelesaian sapuan warna.

Penyelesaian

– Tambahkan pernis.

Tambahkan lapisan vernis untuk menutupi cat akriliknya. Agar cat terikat secara kimiawi dengan kanvas, dan melindunginya dari kerusakan, sehingga lukisan akan lebih awet.

– Bersihkan perlengkapan yang telah digunakan.

Bersihkan cat setelah selesai melukis. Cuci kuas dengan air dingin dan sabun hingga air jernih karena cat akrilik dapat merusak dan menghancurkan bulu kuas apabila dibiarkan mengering dalam kuas.  Bersihkan juga noda cat di permukaan melukis, dan bilas semua perlengkapan dengan air.

– Simpan cat yang tidak digunakan.

Masukkan cat ke dalam wadah kecil dengan penutup, atau letakkan di palet stay-wet kemudian tutup. Dengan demikian cat akrilik akan bertahan selama beberapa bulan. Jadi apabila ada cat lebih, simpan saja untuk lukisan berikutnya.

– Biarkan lukisan mengering.

Tempatkan lukisan di satu tempat agar mengering dalam 1-2 hari. Cat akrilik mengering dalam waktu pendek, namun harus dibiarkan di area yang bebas gangguan untuk mengering.

– Pamerkan hasil karya seni Anda.

Seni dimaksudkan untuk berbagi, jadi pamerkan lukisan akrilik yang telah selesai, sehingga orang lain bisa melihat dan menilai hasil karya tersebut. Bingkailah atau gantunglah di dinding rumah agar banyak orang bisa menikmatinya.

Sumber : https://id.wikihow.com/Melukis-Menggunakan-Cat-Akrilik

Share this post

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *